Senin, 21 Juni 2010

Romantis dengan Kelambu

KELAMBU pada ranjang, selain bisa menjadi penangkal serangan nyamuk, juga memiliki fungsi lain, yakni mempercantik ruang pribadi Anda.

Mulanya, kelambu hanya digunakan sebagai pelindung dari gangguan nyamuk. Modelnya pun biasa karena tidak difungsikan sebagai aksesori untuk mempercantik ruangan. Tujuan kelambu dipasang di atas ranjang agar terhindar dari gigitan nyamuk. Namun, seiring perkembangan zaman, fungsi kelambu bertambah dan modelnya menjadi semakin cantik.

Awalnya tirai tipis, tembus pandang, dan berjaring ini juga hanya disangkutkan di pilar-pilar ranjang kayu. Namun, saat ini ada kelambu yang digantung di plafon-plafon rumah. Ditambah dengan berbagai aksesori lucu dan manis sehingga memberi kesan lebih cantik di ranjang dan kamar Anda. Warna kelambu kini juga tidak hanya putih. Warna-warna cerah dan bermotif mulai banyak bermunculan agar bisa disesuaikan dengan ranjang atau furnitur kamar yang lain.

Untuk mendekornya, tidak sulit dan tidak memerlukan biaya besar. Namun, jika kesan mewah yang ingin ditampilkan, maka bujet pun perlu disisihkan khusus untuk mendandani ruang tidur Anda.

"Sebenarnya harga itu relatif. Tergantung jenis dan kualitas kelambu dan ranjangnya. Kalau menggunakan kualitas yang bagus, maka biayanya juga akan besar," kata arsitek dari PT Bangun Rumah Persada Widi Sudarmoko.

Terpenting, ungkap dia, untuk mendekor ranjang kelambu perlu ada keserasian antara ranjang dan kelambu dengan interior kamar serta selera pemilik kamar. Pasalnya, yang menikmati kamar itu adalah yang menempatinya. Jadi, keindahan harus disesuaikan dengan selera sehingga si empunya kamar akan mendapat kepuasan dan kenyamanan terhadap ranjang kelambunya.

Saat ini, gaya klasik tengah digandrungi. Model ranjang klasik dengan tiangtiang tinggi yang dihiasi ukiran Jepara bergaya Indonesia maupun pilar ranjang bergaya bangunan klasik zaman Renaisance Eropa dipadu dengan kelambu polos maupun bermotif dan warna cerah pun diboyong ke atas ranjang untuk mendapatkan kesan zaman kerajaan masa itu.

Menurut Widi, ranjang kelambu sangat cocok bagi pasangan pengantin yang baru menikah. Pasalnya, efek ranjang kelambu itu sendiri memberikan kesan romantis. Suasana hangat nan romantis akan lebih terasa lagi jika di sisi kanan dan kiri ranjang ditambah interior lampu ukir dengan model klasik dan pencahayaan redup, yang diletakkan di atas lemari kayu dengan ornamen ukir serupa.

Untuk warna dan motif aksesori lainnya, seperti bantal, guling, seprei, dinding, atau wallpaper, juga wajib disesuaikan dengan model dan warna ranjang kelambu sehingga tampilannya lebih pantas dan cantik. "Untuk pasangan pengantin baru, biasanya menggunakan kelambu yang berbentuk kerucut. Karena bentuk kerucut memberi kesan lebih romantis," ujarnya.

Kelambu yang bisa digunakan, tutur dia, bisa yang sulur-sulur atau model polos. Jika ingin mendapatkan kesan sederhana, model polos lebih cocok. Namun, jika menginginkan kesan yang lebih ramai dan romantis, kelambu bersulur tampak lebih apik dipasangkan dengan ranjang model klasik.

Ranjang Cantik

Ternyata ranjang kelambu bisa tampil cantik tanpa aksesori kelambu, meskipun akan terlihat seperti ada yang kurang. Namun, ranjang yang memiliki empat pilar di sisinya itu juga dapat dijadikan interior yang menarik tanpa dipasang kelambu. Sebab, desain ukiran di pilar-pilar yang berdiri kokoh di atas ranjang memberi tampilan yang alami zaman kerajaan dulu. Biasanya, ranjang kelambu banyak dijumpai di rumahrumah dengan model rumah tropis.

Untuk ranjang, model ukiran Jepara menjadi pilihan. Spesialis Ukir Jepara Noor Cholis Abdul Manan dari PD Berkah Jepara Ukir menuturkan, ranjang kelambu yang mengikuti gaya kuno namun didesain dengan gaya baru masih banyak dicari.

Berbagai ukuran ranjang kelambu dari kayu jati dijual di tempatnya, mulai ukuran nomor satu (180cm x 2 meter), nomor dua (190cm x 2 m), nomor tiga (120cm x 2 m), dan jumbo (2x2 m).

"Paling banyak dipesan adalah ranjang nomor dua, yang cocok untuk kamar ukuran 3,5m x 3,5m, sehingga tidak memberi kesan terlalu sempit," katanya. Modelnya ada Tiara, Kanopi, dan Rahwana.

Model Tiara dan Rahwana memiliki banyak ukiran, baik di ranjang maupun di tiang-tiangnya, sedangkan model Kanopi tidak terlalu banyak ukiran. Namun, kesan yang ditampilkan model Kanopi lebih mewah sehingga orang banyak melirik model ini ketimbang dua model lainnya.

"Bahkan, model Kanopi lebih banyak terdapat di rumah- rumah mewah," ujarnya. Untuk ranjang kelambu itu sendiri, dia mematok harga antara Rp3 juta-Rp4 juta.

Banyak orang menyukai ranjang kelambu karena ranjang kolonial itu tidak lagi dipandang sebagai model yang kuno. Dengan tambahan kelambu cantik pada ranjang ukir Anda, kesan romantis, hangat, dan cantik justru makin terasa. Namun, penggunaannya pun harus dipadupadankan secara apik antara kelambu dan ranjang, aksesori, dan furnitur di kamar tidur.

Dengan ranjang kelambu bergaya klasik dan interior yang disesuaikan, kesan kamar tidur menjadi mewah tanpa gangguan nyamuk.

Sumber: Lifestyle - OkeZone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar